Η παρουσίαση φορτώνεται. Παρακαλείστε να περιμένετε

Η παρουσίαση φορτώνεται. Παρακαλείστε να περιμένετε

Jurusan Teknik SIPIL Materi: Perencanaan dan Perancangan Lapangan Terbang Buku Referensi : Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara, Jilid 1 dan 2, Horonjeff,

Παρόμοιες παρουσιάσεις


Παρουσίαση με θέμα: "Jurusan Teknik SIPIL Materi: Perencanaan dan Perancangan Lapangan Terbang Buku Referensi : Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara, Jilid 1 dan 2, Horonjeff,"— Μεταγράφημα παρουσίασης:

1

2 Jurusan Teknik SIPIL Materi: Perencanaan dan Perancangan Lapangan Terbang Buku Referensi : Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara, Jilid 1 dan 2, Horonjeff, R. & McKelvey, FX. Merancang, Merencana Lapangan Terbang, Basuki, Heru Ir. Pelabuhan Udara, Zainuddin, Achmad BE.

3 Materi : Perencanaan Lapangan Terbang Buku Referensi :  P erencanaan dan Perancangan Bandar Udara, Jilid 1 dan 2, Horonjeff, R. & McKelvey, FX.  M erancang, Merencana Lapangan Terbang, Ir. Heru Basuki  P elabuhan Udara, Zainuddin, Achmad BE.

4  Terminal Area Lapangan Terbang  Sistem Drainase Lapangan Terbang  Sistem Perlampuan, Pemarkaan & Penandaan  Dampak Eksistensi Lapter. pada Lingkungan sekitarnya

5  Terminal Area Lapangan Terbang Terminal area  Sistem Drainase Lapangan Terbang Drainase Lapangan Terbang di design sedemikian rupa supaya air yang berada pada permukaan (runway dan taxiway, apron) secepatnya kering. Untuk itu drainase lapter di design dengan prinsip Qsaluran > Qrun off, dengan memperhatikan : > Kemiringan permukaan > Intensitas Curah Hujan > Luas Area (Coverage Area) > Jenis Permukaan Area > Dimensi Saluran

6 Perencanaan Drainase : Debid Air Permukaan / Run off Qrun off = 1/3,6 C x I x A (m3/det) C = koefisien pengaliran (tergantung kondisi permukaan lingkungan sekitar → Lihat Tabel. I = Intensitas Curah Hujan ( mm / jam ) A = Area drainase ( km2 ) Nilai C & Abisa didapat untuk area drainase yg berbeda : C = C 1 A 1 + C 2 A 2 + C 3 A 3 A 1 + A 2 + A 3 A = A 1 + A 2 + A 3 Bentuk Saluran ada beberapa macam, antara lain : Saluran Trapesium, Saluran Persegi, Saluran Bulat.

7 Saluran Trapesium : m = a/d = perb. kemiringan b = lebar saluran d = kedalaman saluran w = jagaan = √0,5 x d Luas Penampang Basah : F = d(b + md) [ m2 ] Keliling Basah : P = b + 2d √m2 + 1 [ m ] Jari-jari Hidrolik : R = F / P [ m ] Kecepatan Aliran : V = 1/n R⅔ i½ [ Rumus Manning ]  Debid Saluran : Qsaluran = F x V [ m3 / det ] dimana : n adalah angka kekasaran dinding saluran, nilai n dapat dilihat pada tabel. W d ba

8 Saluran Persegi : b = lebar saluran d = kedalaman saluran w = jagaan Luas Penampang Basah : F = (b x d) [ m2 ] Keliling Basah : P = 2d + b [ m ] Jari-jari Hidrolik : R = F / P [ m ] Kecepatan Aliran : V = 1/n R⅔ i½ [ Rumus Manning ]  Debid Saluran : Qsaluran = F x V [ m3 / det ] dimana : n adalah angka kekasaran dinding saluran, nilai n dapat dilihat pada tabel. W d b

9 Saluran Bulat : θ = sudut (radial) h = tinggi saluran (m) D = grs tengah saluran r = jari-jari lingkaran Luas Penampang Basah : F = ⅛ ( θ – Sin θ ) DxD [ m2 ] Tinggi Saluran : h = 0,8 D [ m ] Kecepatan Aliran : V = 1/n r⅔ i½ [ Rumus Manning ]  Debid Saluran : Qsaluran = F x V [ m3 / det ] dimana : n adalah angka kekasaran dinding saluran, nilai n dapat dilihat pada tabel. W θ r D h

10  Sistem Perlampuan & Pemarkaan Lapangan Terbang Perlampuan lapangan terbang terdiri dari : > Perlampuan Runway a) Perlampuan Pendaratan, sebagai alat bantu visual pada kondisi malam hari untuk memberikan pe- tunjuk kepada penerbang mengenai : penjajaran roda, perpindahan lateral, rotasi sejajar & jarak pandang kesekitar lokasi pendaratan. b) Perlampuan Ambang Landasan, dipasang menerus memotong keseluruhan lebar landasan, dipasang agak rapat (semi flash), lampu berwarna hijau, dalam arah yang berlawanan lampu berwarna merah untuk menunjukkan akhir runway, lampu tersebut dipasang berderet dgn jarak 12,7 cm.

11 c) Perlampuan Sisi Runway, dipasang berderet di sepanjang sisi runway dengan jarak tidak lebih dari 60 m dan dari tepi runway tidak lebih dari 3 m, lampu berwarna putih dimana untuk 2000 ft (600 m) terakhir lampu berwarna kuning, untuk menunjukkan daerah waspada. d) Perlampuan Garis Tengah Landasan, berjarak 15 m antara satu lampu dgn lampu lain, lampu dipasang 2 ft dari garis tengah runway untuk menghindari supaya garis cat dan nose gear pesawat tidak melindas lampu2 tersebut. Lampu berwarna putih, dimana 900 m terakhir merupa- kan sistem lampu warna (300 m pertama warna merah & 600 m lanjutannya warna merah putih berseling).

12 > Perlampuan Taxiway e) Perlampuan Sisi Taxiway, lampu berwarna biru, lampu-lampu dua arah yg terletak diatas perke- rasan, dengan jarak antara < 200 ft di setiap sisi taxiway, lampu terletak < 10 ft dari permukaan perkerasan taxiway dan tinggi lampu < 30 inchi dari permukaan taxiway. f) Perlampuan Garis Tengah Taxiway, lampu warna hijau, dipasang dgn jarak masing-masing lampu 30 m, untuk mendekati belokan (exit taxiway) jarak lampu menjadi 7,5 m (sudut 90) & 15 m (sudut 30) Untuk jalan keluar dari taxiway lampu garis tengah berakhir ditepi runway, sedang pada perpotongan taxiway lampu menerus melintasi perpotongan, untuk taxiway dgn kec. tinggi lampu diperpanjang sampai runway sejauh 60 m setelah belokan.

13  Sistem Perlampuan & Pemarkaan Lapangan Terbang Pemarkaan lapangan terbang terdiri dari : > Pemarkaan Runway → VOR (Very high frekuensi - Omny Radio range). a) Designation Marking, sebagai petunjuk azimuth magnetik runway dalam arah pendaratan yang lokasinya pada tiap ujung runway, warna putih dgn garis tepi warna hitam, contoh : 20 (200) dan 27 (270) b) Centerline Marking, sebagai petunjuk tengah run- way untuk pengarah selama proses take off dan landing, terletak sepanjang garis tengah runway diantara designation runway. Centerline marking berupa garis putih putus-putus dgn panjang 36 m, lebar 45 cm dan jarak antara 24 m.

14 c) Threshold Marking, sebagai petunjuk permukaan runway dalam proses landing, terletak 20~30 ft dari ambang runway. Threshold marking terdiri dari banyak garis, tergantung lebar runway (tertabel), panjang garis 45 m, lebar 1,75 m, jarak pisah 1,75 m, jarak pisah di garis tengah runway 3,5 m. d) Aiming Point Marking, untuk memberikan titik pandangan tinjau (target) operasi pendaratan, terletak 300 m dari ambang runway berupa dua tanda kotak dengan panjang 45 m lebar 10 m. e) Side Stripes, garis pinggir runway yang menunjuk kan gambaran visual yg jelas antara runway dgn lingkungan sekitar. Side stripes berupa garis putih menerus sepanjang sisi runway (jarak pisah antar kedua garis > 60 m, lebar strip 0,9 m).

15

16 f) Runway Shoulder Marking, sebagai petunjuk area shoulder ditepi kanan & kiri runway, berupa garis miring dengan sudut 45.

17 g) Blast Pad Marking, sebagai lokasi pesawat mela- kukan pemanasan sebelum take off, perkerasan rigid, warna dasar gelap dgn garis warna terang.

18 > Pemarkaan Taxiway a) Digunakan garis kuning tunggal menerus selebar 6 inchi, untuk menandai garis tengah taxiway. b) Pada perpotongan taxiway dengan ujung runway, strip garis tengah taxiway berakhir di tepi runway. c) Tepi perkerasan dari taxiway diberi 2 garis kuning menerus selebar 6 inchi dgn jarak pisah 6 inchi. d) Pada semua perpotongan taxiway dgn runway lain nya, garis tengah taxiway diteruskan sampai ke grs tengah runway. e) Taxiway yang menuju ujung runway dipasang garis tunggu (holding line) melintang pada landasan taxiway (holding bay) dengan jarak 100 ft.

19


Κατέβασμα ppt "Jurusan Teknik SIPIL Materi: Perencanaan dan Perancangan Lapangan Terbang Buku Referensi : Perencanaan dan Perancangan Bandar Udara, Jilid 1 dan 2, Horonjeff,"

Παρόμοιες παρουσιάσεις


Διαφημίσεις Google